Ekstra Vitamin untuk Anak yang Sering Sakit, Perlukah?

Vitamin untuk anak yang sering sakit, apakah perlu? Semua vitamin yang baik untuk anak tentu diperlukan. Namun harus dicari lebih detil bagaimana dan mengapa seorang anak menjadi lebih rentan terhadap sakit. Karena anak belum tentu juga kekurangan vitamin jika mengalami sering sakit.

Pastinya para orang tua akan memiliki rasa kekhawatiran berlebih ketika mengalami anaknya menjadi sering sakit. Namun hal tersebut sebenarnya adalah hal yang wajar mengingat pada dasarnya anak kecil lebih mudah terserang penyakit dibandingkan dengan orang dewasa. Normalnya anak yang sering sakit bisa terjadi 8 kali hingga 10 kali dalam setahun.

Vitamin untuk anak yang sering sakit sebenarnya tidak ada bedanya dengan anak pada umumnya, namun perlu yang menjadi perhatian adalah, apakah asupan vitamin yang diberikan sudah cukup? atau ada sebab hal lain yang mengakibatkan anak menjadi rentan sakit.

vitamin untuk anak yang sering sakit

image: blackwoodchiropractor.com.au

Wajarkah Anak sering sakit?

Seorang balita dan anak dibawah 12 tahun yang mengalami sering sakit tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua yang mengalaminya. Namun apakah jika seorang anak sering sakit dapat dikategorikan wajar?

Sebenarnya anak yang sering sakit masih bisa dikategorikan wajar jika dalam waktu satu tahun masih dibawah 8 kali. Sakit yang wajar dialami oleh seorang anak biasanya yang berhubungan dengan virus dan bakteri, karena anak selai aktif dan rasa keingintahuannya terhadap segala hal. Selain itu seorang anak yang mengalami perkembangan sistem imun yang belum sempurna adalah hal yang wajar.

Namun perlu diketahui juga bahwa seorang anak yang sering sakit dalam batas yang wajar seharusnya ada jeda yang tidak terlalu dekat, misalnya 2 bulan keatas dan sakitnya pun tidak dalam waktu yang lama. Namun jika seorang anak sudah sering sakit langganan, misalnya dalam waktu 2 bulan bisa mengalami lebih dari 3 kali sakit yang beruntun. Hal ini harus dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk memastikan bahwa kondusi anak baik-baik saja.

Beberapa penyebab Anak sering sakit

Sebenarnya banyak sekali penyebab anak menajdi sering sakit, namun pada umumnya balita atau anak dibawah usia 12 tahun yang mengalami sering sakit disebabkan oleh beberapa hal:

Gangguan Imunologis

Gangguan imonologis pada anak masih bisa dikategorikan sebagai penyakit yang ringan. Biasanya gangguan ini terjadi karena perkembangan imunitas anak yang masih belum sempurna, namun seiring waktu dan ditunjang dengan gizi yang baik, sistem imun anak akan berangsur-angsur naik.

Faktor Cuaca

Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab yang paling banyak mengakibatkan anak sering sakit terutama di Indonesia yang beriklim tropis. Perpindahan musim dari musim panas ke musim hujan atau sebaliknya akan memperngaruhi kondisi tubuh. Bahkan hal ini bukan hanya dialami oleh anak, orang dewasa pun banyak yang mengalami sakit karena kondisi tubuh tidak dapat menyesuaikan dengan kondisi cuaca.


Kurangnya asupan gizi yang baik

Seorang anak membutuhkan berbagai asupan gizi yang baik karena akan menunjang pertumbuhan mereka, diantaranya adalah kesehatan mata, otak dan pertumbuhan fisik mereka. Anak yang kekurangan asupan gizi seringkali mengalami penurunan berat badan, menjadi lebih kurang nafsu makan, dan rentan terserang penyakit terutama penyakit virus dan bakteri.

Memiliki riwayat penyakit

Untuk kasus anak yang memiliki riwayat penyakit sebelumnya, atau memiliki penyakit turunan yang dibawa dari orang tuanya. Biasanya tidak akan menjadi masalah jika dikonsultasikan dengan dokter karena memerlukan perhatian dan penanganan lebih dari anak yang selain memiliki riwayat penyakit.

Berikan tambahan vitamin yang menunjang kesehatan buah hati

Vitamin untuk anak yang sering sakit tidak ada bedanya dengan anak pada umunya, namun perlu diperhatikan asupan vitamin seperti berikut ini untuk membantu sistem imunitas anak dapat berkembang dengan baik.

1. Vitamin A

Vitamin A sangat baik untuk anak, terutama dalam menunjang kesehatan dan daya tahan tubuh mereka. Vitamin A akan membantu memulihkan dari beberapa gangguan kesehatan yang menyerang, salah satunya adalah infeksi bakteri. Jika anak kekurangan vitamin A, akan mengurangi tingkat daya tahan tubuh anak. Selain itu vitamin A juga salah satu vitamin yang baik untuk kesehatan mata.

2. Vitamin B

Vitamin B merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan dalam pembentukan sel darah putih dalam darah, yang mana vitamin B dapat membantu menjaga tubuh dari beberapa penyakit. Khusunya pada anak, vitamin B yang dibutuhkan adalah vitamin B12, B9, dan B6 yang sangat bermanfaat dalam pembentukan limphocyte.

3. Vitamin C

Selain pada orang dewasa, Vitamin C juga berperan oenting dalam menjaga daya tahan tubuh dari berbagai penyakit seperti flu, dan virus lainnya. Vitamin C juga dapat menangkal tubuh dari berbagai resiko infeksi. Jika anak kekurangan vitamin C, biasanya akan mudah terserang penyakit terutama virus dan bakteri seperti flu dan lain-lain.

4. Vitamin E

Jarang diketahui oleh para orang tua ternyata vitamin E berperan penting untuk menunjang kesehatan anak, salah satunya adalah sebagai antioksidan yang dapt menangkal radikal bebas dan berbagai infeksi lainnya. Sumber makanan yang kaya akan kandungan vitamin E antara lain adalah biji bunga matahari, kacang almond, dan lain-lain.

5. Zat besi

Zat besi tak kalah penting bagi perkembangan si buah hati. Bagaimana tidak, fungsi zat besi adalah untuk pembentukan sel darah merah. Biasanya jika anak kekurangan zat besi, makan tampak akan cepat lemas, tidak bergairah seperti anak kecil pada umumnya, dan sering mengantuk tanpa sebab.

Semua balita dan anak memerlukan vitamin yang sama seperti anak pada umumnya. Namun yang perlu diperhatikan adalah apakah asupan vitamin pada anak sudah cukup? rata-rata anak kecil memang lebih rentan terserang penyakit daripada orang dewasa, selama penyakit yang tidak membahayakan seperti flu dan demam merupakan hal wajar dialami seorang anak selama terus menjalan pola hidup sehat dengan baik. Namun lebih baik jika dikonsultasikan dengan dokter.