Cara Mengatasi Gigi Retak dan Patah dengan Aman

Cara mengatasi gigi retak dan patah tidak bisa dilakukan sembarangan, mengingat efek rasa sakit yang ditimbulkannya bisa terjadi dalam jangka waktu lama, dan hal itu cukup mengganggu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Gigi retak tidak selalu dapat terlihat secara kasat mata, hal ini biasanya karena retaknya sangat halus namun terasa ngilu ketika mengkonsumsi makanan yang panas ataupun dingin. Ngilu pada gigi retak bisa terjadi dalam jangka waktu berhari-hari dan beresiko mengganggu syaraf gigi. Sebenarnya gigi retak tidak mengenal batas umur. Dari dewasa hingga anak-anak, gigi retak dapat mengalaminya tergantung dari penyebab dan pola hidup sehat yang dijalankan.

Penyebab Gigi retak

Penyebab gigi retak sebenarnya cukup beragam, seperti misalnya karena benturan, ataupun karena struktur gigi yang lemah akibat pengikisan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. pengikisan yang disengaja contohnya adalah bleaching gigi. Pada umumnya penyebab gigi retak terjadi karena beberapa hal seperti berikut ini.

cara mengatasi gigi retak

gambar: dentalworks.com

1. Sering mengkonsumsi makanan yang manis

Mengkonsumsi makanan yang manis-manis memang tidak salah, bahkan ada manfaatnya. Salah satunya sebagai sumber kalori untuk menghasilkan energi. Namun Jika terlalu sering mengkonsumsi makanan yang manis dengan tidak disertai dengan berkumur dan gosok gigi secara rutin, ternyata beresiko menyebabkan keretakan pada gigi.

Tentu selain hal ini terjadi pada orang dewasa, keretakan gigi juga bisa menimpa anak kecil dibawah 10 tahun. Oleh karena itu disarankan untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang berbau gula yang tidak disertai dengan berkumur dan gosok gigi selama dua kali sehari.

2. Akibat terbentur

Seseorang yang mengalami kecelakaan dan membentur gigi dengan cukup keras bisa menyebabkan gigi retak karena benturan tersebut. Terkadang keretakan gigi pasca kecelakaan tidak terlihat sehingga tiba-tiba bisa merasakan ngilu yang sangat pada gigi yang retak. Oleh karena itu disarankan untuk langsung melakukan pengecekan ke dokter gigi. Terutama ketika dirasakan rasa ngilu yang tidak hilang dalam jangka waktu beberapa hari hingga diatas satu minggu.

3. Sering meminum air yang terlalu panas atau dingin

Pernahkan Anda mencoba atau secara tidak sengaja meminum air panas, dan seketika itu pula Anda langsung meminum air dingin? gigi pasti terasa ngilu bukan? Ya.. hal ini ternyata juga salah satu yang bisa menyebabkan keretakan gigi


4. Efek bleaching gigi

Untuk mempercantik penampilan, banyak orang terutama kaum hawa melakukan pemutihan gigi atau disebut dengan bleaching gigi. Bleaching gigi dapat menjadikan gigi seseorang tampak jauh lebih putih dan terlihat jauh lebih cantik. Namun jangan salah banyak orang yang tidak mengetahui bahwa resiko melakukan bleaching gigi dapat membuat gigi retak karena efek pengikisan.

Bleaching gigi merupakan salah satu teknik pemutihan gigi dengan mengikis bagian luar gigi, tidak jarang bagian email gigi juga ikut terkikis. Hal ini bisa menyebabkan lapisan gigi akan menjadi tipis. Biasanya pemutihan gigi dapat dilakukan di salon-salon gigi hingga dokter rumah sakit.

Bleaching gigi atau pemutihan gigi memerlukan perawatan ekstra, karena gigi akan menjadi rawan dan ngilu yang cukup lama bahkan beresiko menimbulkan keretakan pada gigi.

Cara mengatasi gigi retak

Ketika gigi seseorang sudah terlanjur mengalami keretakan akibat beberapa menyebab seperti yang sudah dijelaskan diatas atau penyebab lain. Namun sayangnya tidak ada cara mengatasi gigi retak yang baik dan aman selain mengunjungi dokter terdekat karena memerlukan penanganan khusus untuk gigi yang retak.

Gigi yang mengalami keretakan biasanya menyebabkan rasa ngilu yang cukup lama terutama ketika meminum atau mengkonsumsi makanan dengan suhu yang berbeda-beda. Jika Anda mengalami rasa ngilu berlebih pada gigi dalam jangka waktu berhari-hari, harus segera dikonsultasikan dengan dokter gigi untuk pengecekan lebih lanjut dan ditangani dengan tepat. Kerena rasa ngilu bisa terjadi karena salah satu indikator ancaman bagi saluran syaraf gigi.

Cara mengatasi gigi patah

Gigi patah mungkin bisa dikatakan lebih parah dari gigi retak. Namun gigi patah bisa terjadi karena penyebab lain selain kecelakaan misalnya. Gigi yang patah bisa terjadi juga karena sebelumnya gigi tersebut berlubang, sehingga karang gigi mengikis gigi semakin besar akhirnya gigi tersebut tidak bisa bertahan dan akhirnya patah. Sama seperti halnya gigi retak. gigi yang patah juga beresiko membahayakan syaraf gigi jika tidak segera ditangani. Apalagi sampai ngilu, atau merasakan sakit gigi selama berhari-hari.

Sama seperti cara mengatasi gigi retak, satu-satunya cara untuk mengatasi gigi yang patah adalah mengunjungi dokter gigi, tidak ada hal lain yang lebih aman. Namun sebelum mengunjungi dokter gigi, anda dapat mengkompres terlebih dulu bagian gigi yang patah, dan berkumur dengan air hangat. Jika terjadi pendarahan pada sekita gigi yang patah, gunakan kapas bersih dan tekan bagian gigi tersebut selama beberapa saat sampai pendarahan berkurang. Jika perlu ketika dirasakan sakit yang agak menyengat, bisa minum obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol terlebih dahulu. Demikian cara mengatasi gigi retak dan patah dengan aman.