Bahaya Gigitan Tikus, Gejala Gigitan Tikus dan Cara Mengatasinya

Bahaya gigitan tikus janganlah dianggap remeh kerena meskipun gigitan tikus seperti gigitan biasa yang tidak membahayakan, namun ternya gigitan tikus dapat menyebabkan terjangkit virus dan infeksi yang dapat membahayakan tubuh.

Tikus adalah salah satu hewat pengerat yang banyak ditemukan pada rumah-rumah tinggal dan area-area kotor. Banyak orang berusaha untuk menghilangkan tikus dari rumahnya dengan berbagai cara seperti dengan memasang lem tikus, memasang jebakan kurungan dan lain-lain.

Tidak bisa dipungkiri bahwa tikus adalah salah satu hewan yang dianggap paling mengganggu ketika sudah ada dirumah karena tikus dapat menyebabkan penyakit dan sudah tentu pasti mengotori rumah dengan kotorannya.

Tak jarang ketika seseorang berusaha menangkap atau mengusir tikus yang mengganggu, tikus liar pun menjadi semakin galak dan pada kasus tertentu hingga bisa menggigit bagian tangan atau kaki manusia. Bahkan pada saat seseorang sedang tidur, ada kejadian tikus menggigit bagian tubuh orang tersebut.

Hal ini sebetulnya tidak boleh dianggap spele dan harus dilakukan tindakan dengan berkonsultasi dengan dokter agar diberikan obat pencegahan seperti infeksi virus.bahaya gigitan tikus

Gejala gigitan tikus yang sudah terkena infeksi

Ketika seseorang yang sudah tergigit tikus, banyak orang yang tidak menyadari bahwa kondisi badannya telah bereaksi akibat gigitan tikus tersebut. Berikut ini adalah beberapa gejala yang terjadi pada tubuh yang diakibatkan oleh gigitan tikus.

Rasa nyeri pada bagian bekas gigitan tikus

Seseorang yang sudah terkena infeksi dari gigitan tikus biasanya akan mengalami rasa nyeri yang cukup lama di sekitar area yang tergigit tikus yang disertai dengan gejala bengkak.

Bagian yang terkena gigitan tikus menjadi bengkak

Biasanya rasa nyeri pada sekitar area gigitan tikus akan disertai dengan pembengkakan dengan warna kulit yang bengkak berubah menjadi kemerahan. Pembengkakan ini terjadi tidak secara langsung setelah digigit tikus tergantung dari kondisi tubuh yang digigit tikus. Biasanya antara 1 jam hingga 3 jam baru akan mengalami pembengkakan secara perlahan.

Demam tinggi

Pada kasus tertentu, setelah terkena gigitan tikus dan terjadi infeksi, maka kondisitubuh akan melemah dan disertai demam selama beberapa hari.

Pembesaran kelenjar getah bening

Pembesaran kelenjar getah bening terjadi bukan pada area yang terkena gigitan tikus, namun bisa terjadi pada area bagian tubuh lain yang banyak orang tidak mengira bahwa pembesaran kelenjar getah bening ini disebabkan karena gigitan tikus.

Bahaya gigitan tikus yang perlu di waspadai

Ketika seseorang sudah terkena gigitan tikus dan mengalami infeksi, maka gejala-gejala seperti dijelaskan diatas lazim terjadi. sebetulnya infeksi yang terjadi ini diakibatkan oleh air liur tikus yang telah mengindeksi luka setelah tergigit. Infeksi dari air liur tikus ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan resiko tetanus dan infeksi virus lainnya. Mengingat hewan pengerat ini biasa hidup di lingkungan-lingkungan yang kotor.

TIngkat infeksi yang ditimbulkan pada penderita yang telah gigit tikus biasanya bervariasi tergantung dari jenis kuman yang menginfeksi. Dan juga gejala-gejala yang timbul pada tubuh bervariasi tergantung dari daya tahan tubuh yang telah terinfeksi.

Berikut ini adalah beberapa resiko yang diakibatkan oleh gigitan tikus:

1.  Infeksi Hanta Virus

Infeksi hanta virus merupakan penyakit yang ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus yang dapat mengancam organ paru-paru dan ginjal. Penyakit virus ini termasuk jenis penyakit yang menular. Biasanya virus hanta ini menular ketika bagian urin atau kotoran tikus terhidup oleh manusia.

Salah satu upaya untuk menghindari dari virus ini adalah dengan langsung menghindari berdekatan dengan tikus dan habitat lainnya yang dianggap kotor atau hewan pengerat lainnya yang hidup di lingkungan yang kotor.

Gejala-gejala awal ketika seseorang terindikasi tertular infeksi hanta virus adalah terjadi demam yang menggigil, muntah-muntah, sakit perut karena diare, sisertai dengan sakit kepala dan nyeri otot.

Ketika seseorang yang sudah berinteraksi dengan tikus dan tiba-tiba mengalami gejala seperti diatas, disarankan untuk langsung berkonsultasi dengan dokter ahli untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak terjadi apa-apa.

2.  Infeksi Streptobacillus

Salah satu efek dari bahaya gigitan tikus adalah terjangkitnya infeksi streptobacillus. infeksi disebut juga dengna demam tikus karena beberapa gejala yang ditimbulkan oleh infeksi ini adalah demam tinggi, muntah, sakit kepala nyeri pada persendian dan ruam kulit.


Infeksi streptobacillus memang jarang terjadi di Indonesia. Namun bukan berarti tidak ada yang terjangkit dan gigitan tikus adalah suatu hal yang harus diwaspadai. Infeksi streptobacillus sering diakibatkan oleh gigitan atau cakaran tikus yang terinfeksi, sering memegang binatang pengerat yang sudah terinfeksi. Bahkan kita tidak tau bahwa hewan pengerat tersebut terjangkit virus atau tidak. Mengkonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi tikus juga beresiko terhadap infeksi streptobacillus ini.

Infeksi streptobacillus jika tidak ditangani segera akan menyebabkan timbulnya penyakit lain seperti infeksi pada jaringan otak, infeksi paru-paru, infeksi pada jantung bahkan kematian mendadak.

3.  Penyakit Virus Choriomeningitis Limfositik

Choriomeningitis Limfositik merupakan salah satu virus penyakit yang diakibatkan oleh air liur tikus yang menginfeksi melalui gigitannya. Biasanya penyakit ini terjadi karena banyaknya jumlah air liur tikus di area sekitar gigitan tikus. Selain melalui air liurnya, virus ini juga dapat menular memalui air kencing tikus dan kotorannya.

Gejala ketika terindikasi terkena penyakit ini adalah demam tinggi yang disertai menggigil, mual, nyeri badan dan sakit kepala dibagian belakang. Penyakit ini harus segera ditangani oleh dokter ahli karena bersiko menyebabkan peradangan selaput otak dalam waktu yang relatif cepat.

4.  Penyakit Leptospirosis 

Leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan oleh bakteri yang disebut dengan bakteri laptospira. Bakteri ini ditularkan melalui darah dan urine yang terinfeksi. Penyakit Leptospirosis tidak hanya ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus, tapi bisa ditularkan melalui beberapa hewan seperti anjing, babi bahkan sapi.

Gejala seseorang yang terkena penyakit leptospirosis biasanya mengalami demam, nyeri otot dan pusing-pusing. Meskipun gejala yang ditumbulkan seperti biasa saja, namun efek yang ditimbulkan dapat mengakibatkan komplikasi penyakit yang menyerang organ tubuh lainnya. Satu-satunya cara untuk mengatasi penyakit ini harus berkonsultasi dahulu dengan dokter ahli agar tindakan yang diberikan tepat sesuai dengan diagnosa penyakit sesuai dengan petunjuk dokter.

Cara mencegah dari gigitan tikus

Cara mencegah agar terhidar dari bahaya gigitan tikus adalah dengan cara menghindari atau diusahakan hindari berinteraksi dengan hewan tikus. Adapun jika ingin menangkap tikus yang masuk ke dalam rumah, bisa dilakukan dengan berbagai cara agar secara langsung Anda tidak berinteraksi dengan tikus seperti memasang jebakan kurungan tikus, lem tikus dan lain-lain.

  • Hindari penempatan barang yang banyak sudut tersembunyi karena tikussangat menyukai bagian sudut-sudut yang tertutup untuk tempat persembunyian.
  • Tutup semua jenis makanan setelah setelah dikonsumsi agar ketika makanan ditinggalkan, tikus tidak mengkontaminasi makanan yang dikhawatirkan tertular penyakit.
  • Menjalankan pola hidup sehat dalam rumah dengan selalu membersihkan bagian-bagian rumah secara rutin. Selain bebas dari tikus juga terbebas dari debu dan selalu terjaga kebersihannya.
  • Menghindari atau jangan mendekat ketika bertemu dengan tikus liar, terutama dengan tikus yang besar.
  • Jika terdapat kotoran atau urine tikus pada lantai, segera bersihkan dengan alat pel yang mengandung antiseptik dan setelah dibersihkan, cuci bagian tangan dan kaki dengan sabun anti kuman agar terhindar dari bakteri yang mungkin saja mengenai tangan atau kaki.

Cara mengatasi ketika terkena gigitan tikus

Jika sudah terlanjur tergigit oleh tikus, hal penanganan pertama kali yang harus dilakukan adalah langsung disiram dengan air bersih yang mengalir selama beberapa saat. Setelah itu bersihkan luka gigitan tikus dengan cairan rivanol dan balut dengan kain kassa. setelah itu segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya untuk penanganan pertama terhadap bahaya gigitan tikus, dokter akan memberikan obat antibiotik oles atau minum.

Kayu putih dapat mengatasi gigitan tikus? Benarkah?

Banyak informasi yang beredar bahwa kayu putih cukup ampuh untuk mengatasi gigitan tikus. Sebenarnya hal ini tidaklah benar. Ketika seseorang sudah digigit oleh tikus, maka kemungkinan resiko terkena penyakit berbahaya cukup besar jika tidak segera ditangani dengan benar. Memang kadar ringan atau beratnya infeksi pada bekas gigitan tikus tergantung pada jenis kuman yang menyebabkan infeksi tersebut. Namun kayu putih tidak mempunyai fungsi untuk mencegah dan menyembuhkan luka akibat dari gigitan tikus yang menginfeksi.

Demikian penjelasan mengenai bahaya gigitan tikus, mulai dari gejala dan cara mengatasi gigitan tikus yang benar.